Perbedaan Bridge dan Switch Mode di Mikrotik

Selamat akhir pekan semoga liburanya menyenangkan . sesuai judu saya mau posting artikel di blog saya ini dengan judul Perbedaan Bridge dan Switch Mode di Mikrotik .

Bridge dan Switch 2 hal yang di perlukan dalam beberapa kebijakan jaringan , cie kayak kebijakan hukum saja 😁 .

jika tujuan kita ingin menggabungkan beberapa interface atau ether yang ada di Mikrotik menjadi satu agar dapat menggunakan ip satu segment kita bisa menggunakn 2 metode ini ( Bridge dan Switch ) yang meteode ini akan menghasilkan penggabungan yang terlihat sama tapi berbeda dalam pemprosesan oleh mikrotik.

Mode Switch
Mikrotik Routerboard pada umumnya memiliki kemampuan untuk menggabungkan beberapa Interface agar bisa menggunakan 1 segment IP , walau pada dasarnya interface Mikrotik harus terhubung dengan segment IP yang berbeda . Mode Switch dalam mikrotik dapat dilakukan tanpa memberi beban terhadap Recource CPU mikrotik karena , Mikrotik di beberapa hardwarenya sudah menanamkan sebuah Chip khusus untuk mengelolah proses dari konfigurasi Switch .

Switch chip ini yang akan melakukan forwarding frame ethernet secara full duplex dan independen tanpa membebani prosesor di Router.

Fitur Switch chip memastikan (interface) Port ethernet melewatkan data dengan kecepatan selayaknya port Switch biasa atau memungkinkan transfer data lebih maksimal . Untuk bisa memanfaatkan Fitur Switch di mikrotik tidak memerlukan konfigurasi yang ribet dan rumit anda hanya perlu memilih satu interface sebagai Master port .

Mode Bridge
Routerboard tidak hanya bisa melakukan Switch tapi juga bisa untuk bridge interface , menjadikan beberapa interfaces bisa menggunakan 1 segment IP address dan seolah olah beberapa interface menjadi satu .

Dengan memanfaatkan mode bridge kita dapat mengatasi network loop dengan mudah, menggunakan protocol STP (Spanning Tree Protocol) dan RSTP (Rapid Spanning Tree Protocol).

Berbedahalnya dengan Mode Switch yang berjalan pada level hardware , Mode Bridge berjalan pada Level Software sehingga akan menggunakan Recource CPU semakin besar trafik yang lewat makan semakin besar juga Load CPU yang di gunakan untuk mejalankan Mode Bridge .

Tidak terlalu sulit untuk bisa membangun jaringan dengan Bridge/Switch akan tetapi ada masalah sering terjadi. misalnya :

Permasalahan pada host di dalam segmen akan berimbas ke host lain di bridge yang sama (mis: ip conflict, netcut, DHCP tandingan dll)
Sulit untuk membuat fail over system
Demikian postingan saya yang berjudul Perbedaan Bridge dan Switch Mode di Mikrotik , semoga bermanfaat untuk kita semua 😎 .