Cara Upgrade Mikrotik Masal (Mass Upgrade) Menggunakan The Dude

Upgrade Mikrotik ke versi RouterOS terbaru merupakan hal yang cukup penting, karena dengan melakukan upgrade Mikrotik itu, ada banyak manfaat yang akan kita terima. Pada versi RouterOS terbaru terdapat beberapa perbaikan (fix) dan kadang ada juga penambahan fitur yang tidak ada pada versi ROS sebelumnya.

Untuk bisa melakukan upgrade versi RouterOS ke versi terbaru pada Mikrotik Anda, silakan baca Tutorial Mikrotik sebelumnya :

Cara Upgrade/Update Mikrotik RouterOS via Winbox

Kalau Mikrotik yang kita ingin upgrade hanya 1 atau 2 biji mah gampang aja ya. Gimana kalau Mikrotik yang ingin di upgrade ada puluhan dan lokasi nya berjauhan?
Masa iya harus upgrade satu per satu? Capek deh… 😀

Nah, pada  kali ini akan kita bahas Cara Upgrade Mikrotik secara Masal (Mass Upgrade) Menggunakan The Dude Network Monitor.

Cara Membuat Network Map pada Aplikasi The Dude
Network Map Bali pada Aplikasi The Dude Network Monitor

Continue reading “Cara Upgrade Mikrotik Masal (Mass Upgrade) Menggunakan The Dude”

Susunan dan Fungsi Direktori dalam Linux

Partisi didalam OS Windows dan OS Ubuntu tentunya sangat berbeda. Kalo di OS Windows biasanya kamu menemukan istilah atau partisi Drive C:\ atau D:\.

Jika di windows kamu membagi kapasitas hardisk berdasarkan drive, nah kalau di Linux kamu membaginya berdasarkan directory.

/ (root)

Fungsi dari root adalah akar dari seluruh direktori keseluruhan, atau merupakan direktori utama yang dibawahnya ada direktori lainnya seperti /etc, /home, dll. Dengan perintah “/” (slash), maka pengguna akan masuk kedalam root system

/boot

Direktori boot tesimpan file-file boot loader diantaranya grub atau lilo. Kernel, initrd dan system.map juga terletak didalam /boot. Jadi ketika kita start debian di virtual box, atau setelah kita selesai instal debian, maka biasanya akan akan muncul tampilan seperti ini

nah ketika di klik, maka proses booting akan berjalan

/sys

Berisi informasi yang berkaitan dengan kernel, device dan firmware. Direktori merupakan kependekan dari ‘system’.

/sbi

Berisi file-file biner untuk sistem dan mengendalikan sistem. File-file biner atau bisa dianggap aplikasi sistem ini jika dioperasikan secara tidak tepat bisa berpotensi merusak. Direktori ini merupakan kependekan dari ‘super binary’.

/bin

Berisi file-file binari atau aplikasi yang lebih umum dan dapat digunakan oleh semua user. Direktori ini merupakan kependekan dari ‘binary’.

/lib

Berisi file-file library atau pustaka dari semua aplikasi binari yang tersimpan dalam direktori /sbin dan /bin. Di direktori ini juga tersimpan berbagai macam librari yang digunakan untuk aplikasi lain. Konsep penggunaan librari bersama ini membuat aplikasi di linux dapat menghemat ukuran. Direktori ini merupakan kependekan dari ‘library’

/dev

Isi dari /dev ini sebenarnya bukan benar-benar berisi file, namun berkaitan dengan perangkat-perangkat yang terdapat pada system. Misalkan untuk informasi port serial, port printer, dapat di berlakukan seperti membaca file. Misalkan perangkat serial terletak di /dev/tty01, kemudian partisi dalam harddisk di sebut sebagai /dev/sda7. dan lain sebagainya. Direktori ini merupakan kependekan dari ‘device’.

/etc

Direktori /etc berisi file-file konfigurasi sistem. Mayoritas aplikasi dan layanan konfigurasinya tersimpan di direktori /etc termasuk diantaranya /etc/hosts, /etc/resolv.conf dan lain sebagainya. Di direktori /etc/init.d tersimpan konfigurasi bagaimana sebuah layanan dijalankan. Di direktori /etc/rc*.d tersimpan konfigurasi untuk menentukan service yang dijalankan untuk tiap-tiap sesi init.

/home

Semua direktori home dari pengguna tersimpan di direktori ini dengan nama user masing-masing sebagai pengelompokannya.

/media

Merupakan direktori untuk menyimpan direktori-direktori mount point. CD-ROM, DVD, flash disk, bahkan floppy disk juga akan termount di direktori ini. Pengguna tidak perlu susah-dan-repot menuju ke /media untuk dapat mengakses flash disk-nya tapi cukup lihat ke desktop-nya dan masuk ke direktori yang teerbuat baru di sana.

/mnt

Pada Linux yang masih umum menggunakan kernel 2.4.x. Untuk tempat mengumpulkan mount point berada di /mnt. Dikarenakan pada sistem berbasis kernel 2.6.x sudah menggunakan /media, maka /mnt ini umumnya kosong. /mnt bisa juga dijadikan mount point pada saat system rescue atau troubleshooting. Untuk memudahkan mengingat, direktori ini dianggap kependekan dari ‘mount’.

/opt

Direktori ini untuk menyimpan paket yang tidak menuju ke lokasi manapun. Direktori ini merupakan kependekan dari ‘optional’

/usr

Didalam /usr tersimpan aplikasi dan utiliti yang spesifik dengan user.  /usr merupakan tempat dimana user menginstall aplikasi sendiri yang bukan official dari distro. itu juga untuk /sbin dan /usr/sbin. Direktori ini merupakan kependekan dari ‘user’.

/usr/share

Merupakan tempat didalam /usr yang digunakan untuk menyimpan data user seperti fonts, dan sound theme yang berkaitan dengan tampilan, yang bisa dibagikan dan tidak terikat dengan platform.

/usr/doc

Merupakan tempat untuk menyimpan dokumentasi dan catatan yang berkaitan dengan aplikasi.

/usr/src

Merupakan tempat untuk menyimpan source code dari aplikasi sistem.

/usr/include

Di direktori /usr/include tersimpan file-file header dari compiler C. File header ini mendefinisikan struktur dan konstanta yang dibutuhkan untuk membangun sebuah aplikasi yang standart. Direktori didalam /usr/include tersimpan header untuk compiler C++.

/usr/X11R6

Menyimpan sistem X-Window dan hal-hal yang berkaitan dengan X-Window. Subdirectories dibawah /usr/X11R6 tersimpan binari X itu sendiri dan juga dokumentasi, file header, config. icon. sounf, dan sebagainya yang berkaitan dengan grafis.

/usr/local

Disini tersimpan aplikasi yang terinstall dan file yang digunakan di local machine. Pada jaringan seperti ini, direktori /usr/local akan berisi barang-barang yang hanya di gunakan di local machine saja.

/root

Merupakan direktori home-nya superuser (root). Walaupun cara menyebutnya sama, tapi fungsinya sangat berbeda. Ketika kita mengetikkan /root, maka kita akan masuk ke direktori home nya root.

/var

Direktori /var merupakan direktori yang bisa berubah-ubah. Direktori ini merupakan kependekan dari ‘variative’.

/proc

Direktori /proc sebenarnya tidak ada sama sekali. Isi dari /proc ini adalah infomasi dari sistem, tetapi jika kita mengubah isi informasi dari beberapa file /proc juga dapat mengubah sifat jalannya sistem. Jangan takut apabila sistem berubah menjadi aneh tatkala kita mengubah isi /proc. Selama pengubahan isi hanya menggunakan echo, maka dengan merestart system, maka isi /proc pun akan langsung kembali ke semula. Misalkan kita ingin melakukan forwarding network, maka informasi pada /proc/sys/net/ipv4/ip_forward yang semula berisi 0 tinggal di ubah menjadi 1. Misalkan kita melihat informasi processor, maka kita dapat melihat dalam /proc/cpuinfo.

/tmp

Merupakan file sistem yang menyimpan file-file sementara. File-file sementara ini akan dihapus dari /tmp sewaktu reboot. Bedanya /var/tmp dengan /tmp yaitu /var/tmp tidak akan dibersihkan saat system reboot. Direktori ini merupakan kependekan dari ‘temporary’

/lost+found

Di direktori ini linux menyimpan file-file yang berhasil di recover saat sistem crash. Dengan melihat kedalam /lost+found mungkin kita dapat menemukan file yang hilang atau file yang belum ke save dikarenakan sistem crash.

Cara Mengkonfigurasi VPLS (Virtual Private Lan Service) di Mikrotik

VPLS adalah layanan virtual LAN yang bersifat pribadi, menghubungkan antara dua titik/node pada jaringan komputer yang dilakukan melalui sebuah tunnel (semacam terowongan).

VPLS merupakan salah satu cara yang paling inovatif untuk meyediakan Ethernet VPNs, yang mengijinkan beberapa tempat dikoneksikan menggunakan sebuah jembatan (bridge) melalui sebuah jaringan yang diatur oleh penyedia layanan dengan dukungan MPLS. Seluruh klien menggunakan sebuah VPLS terlihat seolah-olah berada pada jaringan Local Area Network (LAN) yang sama, padahal mereka berada pada lokasi-lokasi yang berbeda. VPLS menggunakan interface Ethernet kepada pelanggan, dimana mengijinkan penyediaan layanan yang cepat dan fleksibel.

VPLS dapat menghubungkan beberapa kawasan geografi yang terpisah dengan cara menjembatani antara LAN dengan interface VPLS . Fitur VPLS memiliki segmen Local Area Network yang sama, walaupun secara kondisi geografisnya berjauhan.

Keuntungan dari VPLS adalah sebagai berikut:

  1. Memiliki Throughput dengan bandwidth yang besar.
  2. Dapat menekan biaya produksi, karena dapat menggunakan kabel Ethernet yang memiliki harga yang lebih murah jika dibandingkan dengan ATM, TDM, dan Frame relay.
  3. Pelanggan dapat secara bebas mendesain IP address dan arsitektur Routing.
  4. Mempunyai kemampuan untuk membawa traffic yang berasal dari non-ip.
  5. Mempunyai kemampuan seperti MPLS.
    Jadi misal saya punya kantor cabang A,B,C.D yang letaknya saling berjauhan, dan setiap kantor cabang harus saling berkomunikasi, namun tidak boleh diakses dari luar.. maka inilah alasan menggunakan VPLS.

Arsitekrur dari VPLS sebagai berikut:

PC A hanya ingin berkomunikasi dengan PC C, begitu juga dengan PC B dan PC D, namun karna jarak yang berjauhan dan tidak mungkin menggunakan kabel untuk menghubungkannya, maka dibuatlah tunnel agar PC A bisa berkomunikasi dengan PC C, dan PC B bisa berkomunikasi dengan PC D. Ini seperti point-to-point untuk PC A ke PC C, dan PC B ke PC D

Oke kita mulai saja

Dari router B ingin berkomunikasi ke router D

  1. Kita buat interface VPLS, buka tab MPLS > VPLS > klik tanda “+”, kemudian masukkan IP Loopback router D  > pada kolom VPLS id, masukkan id yang sama untuk vpls id router B dan D

  1. Bridge antara ether yang terhubung ke laptop dengan interface VPLS.

Bridge > klik tanda “+”

3. Masuk ke tab ports, tambahkan interface yang akan di bridge

  1. Lalu tambahkan IP Address untuk inteface br-VPLS

IP yang terhubung ke PC B dihapus saja, karna nantinya PC B akan diisi IP secara static agar se network dengan PC D

  1. Setelah selesai setting di router B, kemudian setting di router D.. Lakukan cara yang sama

 

  1. Kemudian kita masukkan IP Local PC B dan D, IP nya terserah yang penting IP local PC B dan D se network
 
LAPTOP D
 
LAPTOP B

kemudian untuk mengecek apakah vpls berhasil atau tidak, maka antar laptop harus bisa nge ping
Ping dari laptop B ke D

Lakukan konfigurasi yang sama untuk router A dan C

 

Cara Menghitung dan Menggunakan Burst pada Simple Queue Mikrotik

Cara Menghitung Burst untuk simple queue Mikrotik. Sebelumnya saya pernah membahas tentang burst di artikel ini Tenik Burst Bandwidth pada Mikrotik. Pada kesempatan ini, saya akan coba bahas lagi tentang burst bandwidth yaitu Cara Menghitung dan Menggunakan Burst pada Simple Queue Mikrotik.

Lama waktu ideal untuk mengakses sebuah situs harusnya tidaklah lebih dari 10 hitungan jari atau 10 detik. Hal ini diperlukan untuk memberikan kenyamanan bagi user dalam melakukan aktivitas browsing. Maka tak ada salahnya kita memberikan aliran Bandwidth yang cukup besar pada 10 detik pertama, dan selanjutnya kita batasi untuk memberikan download file yang biasanya lebih dari 10 detik.

Burst pada simple Queue bertujuan untuk mengijinkan aliran data tertinggi untuk beberapa periode waktu. Fasilitas ini berguna untuk membatasi pemakaian bandwidth secara berlebihan dan terus menerus bagi user-user yang rakus akan bandwidth. Hanya pada beberapa periode waktu tertentu sajalah user mendapatkan jatah b/w yang cukup besar.

Pada fitur Burst terdapat beberapa variabel yang harus ditentukan nilainya, antara lain Burst Limit, Burst Threshold dan Burst Time. Yang perlu diperhatikan adalah, jika rata-rata aliran data lebih rendah dari “Burst Threshold“, Burst akan secara aktual mengikuti “Burst Limit”, dimana setiap detik router akan menghitung rata-rata data yang dicapai melalui burst time yang terakhir.

Click here to enlarge

Click here to enlarge

Penulis menggunakan rumus tersendiri yang di buat di excel

Dimana :

N = Interval time

X = Burst Limit

Y = Burst Threshold

Z = Burst Time

M = Max Limit

Rumus : Y = (X*N) / Z

M = 4/3 * Y

Contoh :

X = 1024 kbps

N = 10 detik

Z = 40 s

Y = (1024*10) / 40 = 256 kbps

Maka di dapat Burst Threshold = 256 kbps

M = 4/3 * 256 = 342 kbps

Maka di dapat Max Limit = 342kbps

Jika di set maka hasil yang di dapat :

Click here to enlarge

Click here to enlarge

Click here to enlarge

Dari grafik di atas di liat waktu buka website bandwidth langsung naik dari 256 kbps ke 1024 kbps trus makin lama makin turun ke max limit 342 kbps. Teknis ini dapat menghemat bandwidth agar tidak banyak user mengambil bandwidth untuk download.

Untuk limit at dapat di hitung dengan cara misalkan ada 6 komputer. Bandwidth yang kita punya max 1 Mbps (1024 kbps) maka bagi 6 (1024/6) = 170 kbps kita set limit at tidak boleh lebih dari 170 kbps atau kasih rata-rata = 128 kbps. Sehingga user minimal dapat bandwidth 128 kbps.

Agar lebih mudah menghitung nya, silakan gunakan Burst Calculator dengan excel yang dapat anda download disini.

Semoga artikel Cara Menghitung dan Menggunakan Burst pada Simple Queue Mikrotik ini bermanfaat 🙂

sumber:

http://beta.forummikrotik.com/general-networking/18183-menghitung-burst-threshold-untuk-simple-queue.html

Konfigurasi VLAN Trunk pada Mikrotik

A. Pengertian

       Virtual LAN atau disingkat VLAN merupakan sekelompok perangkat pada satu LAN atau lebih yang dikonfigurasikan (menggunakan perangkat lunak pengelolaan) sehingga dapat berkomunikasi seperti halnya bila perangkat tersebut terhubung ke jalur yang sama, padahal sebenarnya perangkat tersebut berada pada sejumlah segmen LAN yang berbeda. Vlan dibuat dengan menggunakan jaringan pihak ke tiga. VLAN merupakan sebuah bagian kecil jaringan IP yang terpisah secara logik. VLAN memungkinkan beberapa jaringan IP dan jaringan-jaringan kecil (subnet) berada dalam jaringan switched switched yang sama. Agar computer bisa berkomunikasi pada VLAN yang sama, setiap computer harus memiliki sebuah alamat IP dan Subnet Mask yang sesuai dengan VLAN tersebut. Switch harus dikonfigurasi dengan VLAN dan setiap port dalam VLAN harus didaftarkan ke VLAN. Sebuah port switch yang telah dikonfigurasi dengan sebuah VLAN tunggal disebut sebagai access port.

Sebuah VLAN memungkinkan seorang Administrator untuk menciptakan sekelompok peralatan yang secara logic dihubungkan satu sama lain. Dengan VLAN, kita dapat membagi jaringan switch secara logik berdasarkan fungsi, departemen atau project team .

Continue reading “Konfigurasi VLAN Trunk pada Mikrotik”

Manfaat MPLS

Kadang ada yang masih bingung, kenapa setelah kita konfigurasi OSPF, kita juga perlu mengkonfiurasi MPLS, padahal kalo dilihat-lihat nggak ada pengaruhnya juga kan.. toh tanpa MPLS pun, kan masih bisa saling nge ping dan saling mengirim data. Eittss, tapi jangan salah, ternyata ada perbedaannya kok…
Awalnya saya juga nggak tau perbedaannya apa, tapi akhirnya dapet pencerahan

 

Node yang akan kita konfigurasi MPLS nya hanyalah router rb750. Fungsi MPLS adalah mempercepat transmisi data agar sampai pada tujuan dengan aman, dan menghindari macetnya trafik lalu lintas paket data..

Analogi nya seperti ini, misal dari LAPTOP B akan mengirim data ke LAPTOP D (tanpa MPLS)

1. Paket data dikirim dari laptop B menuju ke router B, maka router B harus bertanya dulu, manakah jalur yang harus dia lewati, apakah melalui router A atau ke router C

2. Kemudian jika sudah tau jalur yang dilewati menuju router C, barulah informasi routing diketahui bahwa jalurnya RB – RC – RD – LAPTOP D

Berbeda dengan MPLS

Paket data dikirim dari laptop B menuju ke router B,  namun router B tidak perlu bertanya manakah jalur yang harus dia lewati, karna dari router B, paket data sudah diberi label (tanda) yang berisi tujuan paket-paket data akan dikirim kemana, dan rute mana yang harus dilewati. Maka tiap kali data melewati router A,B,C,D, akan muncul label MPLS nya.

Sumber : http://my-computernetworking.blogspot.co.id/2015/09/manfaat-mpls.html

Mengenal MPLS pada Mikrotik

Setelah kita belajar mengkonfigurasi Wireless PTP dan OSPF, maka kita akan belajar “MPLS”.

Multiprotocol label switching (MPLS) adalah teknologi penyampaian paket pada jaringan backbone (utma) berkecepatan tinggi. MPLS merupakan solusi untuk menangani permasalahan jaringan seperti speed, scalability, quality-of-service (QoS) management, rancangan lalu lintas, dan traffic engineering. MPLS memungkinkan untuk bandwidth-management dan kebutuhan untuk jaringan berbasis IP. Continue reading “Mengenal MPLS pada Mikrotik”