Membedakan Traffick Browsing & Download Dengan Connection Rate

 

Sering kita jumpai keadaan dimana ketika ada satu client yang melakukan download, terutama menggunakan IDM, maka client yang lain akan menjadi lambat. Client yang tidak mendapatkan bandiwdth sesuai tentu akan protes. Hal ini akan sangat berpengaruh ketika kita menjalankan bisnis warung internet. Apa kemudian kita memasang pengumuman larangan menggunakan Download Manager ?, saya rasa itu akan menjadi hal yang tidak begitu smart. Apalagi kita tahu bahwa browsing dan download biasanya menggunakan port yang sama, yaitu port 80. Jika kita menggunakan mikrotik, dengan simple qeuue sebenarnya masalah akan beres, namun ketika si pelaku download browsing, maka bandwidth yang di alokasikan untuk dia akan habis digunakan untuk download dan dia akan sedikit kesulitan untuk browsing. Benar begitu ?!.. Kemudian adakah cara yang menarik untuk mengatasi kasus seperti itu?. Dan ternyata mulai dari versi 3.30, mikrotik memiliki fitur Connection Rate

Connection Rate

Connection rate merupakan salah satu fungsi firewall yang memungkinkan untuk menangkap traffick berdasarkan kecepatan suatu koneksi. Setiap entri di table connection tracking, menginformasikan komunikasi dua arah. Dan setiap paket data yang terkait entry tertentu, nilai ukuran paket termasuk ip-header akan ditambahkan sebagai entry “connection-bytes”. Disini Connection Rate menghitung kecepatan koneksi berdasarkan perubahan pada “connection-bytes”. Connection Rate menghitung setiap detik dan tidak memiliki nilai rata-rata. Saat ini “connection-bytes” dan “connection-rate” hanya bekerja pada protokol TCP dan UDP.

Contoh Aplikasi (Prioritas Traffick Download vs Upload)

Dengan fitur connection-rate ini, kita bisa menentukan sebuah koneksi dengan kriteria tertentu untuk kemudian kita anggap sebagai traffick berat yang akan membebani bandwidth dalam contoh kasus ini kita anggap sebagi traffick Download. Kita asumsikan bahwa traffick browsing HTTP normal memiliki panjang koneksi kurang dari 500kB. Kemudian VOIP membutuhkan kecepatan koneksi kurang dari 200kbps. Dengan ini kita menentukan jika traffick memiliki koneksi pertama lebih dari 500kB dan masih membutuhkan speed diatas 200kbps, maka traffick ini akan kita anggap sebagai traffick Download atau traffick berat, terserah Anda ingin menyebutnya apa. P2P, FTP, HTTP Download biasanya akan membuat koneksi yang membutuhkan rate yang cepat dan waktu yang lama. Anda bisa menentukan “connection-bytes” dan “connection-rate” sesuai kebutuhan network Anda, Anda tidak harus membuatnya sama persis dengan rule di artikel ini. Kita akan membuat conoth implementasi di jaringan yang memiliki bandwidth 6mbps.

Quick Start Untuk Yang Sudah Tidak Sabar

/ip firewall mangle
add chain=forward action=mark-connection connection-mark=!traffic_download \
    new-connection-mark=traffic_browsing
add chain=forward action=mark-connection connection-bytes=500000-0 \
    connection-mark=traffic_browsing connection-rate=200k-100M \
    new-connection-mark=traffic_download protocol=tcp
add chain=forward action=mark-connection connection-bytes=500000-0 \
    connection-mark=traffic_browsing connection-rate=200k-100M \
    new-connection-mark=traffic_download protocol=udp
add chain=forward action=mark-packet connection-mark=traffic_download \
    new-packet-mark=mark_packet_traffic_download passthrough=no
add chain=forward action=mark-packet connection-mark=traffic_browsing \
    new-packet-mark=mark_packet_traffic_browsing passthrough=no

/queue tree
add name=upload parent=public max-limit=6M
add name=other_upload parent=upload limit-at=4M max-limit=6M \
    packet-mark=mark_packet_traffic_browsing priority=1
add name=heavy_upload parent=upload limit-at=128K max-limit=512K \
    packet-mark=mark_packet_traffic_download priority=8
add name=download parent=local max-limit=6M
add name=other_download parent=download limit-at=4M max-limit=6M \
    packet-mark=mark_packet_traffic_browsing priority=1
add name=heavy_download parent=download limit-at=128K max-limit=512K \
    packet-mark=mark_packet_traffic_download priority=8

Note : Anda bisa copy-paste rule diatas di menu “New Terminal” jika Anda menggunakan winbox.

Penjelasan

Pertama kita akan membuat mangle untuk membagi koneksi menjadi 2 kategori, Browsing dan Download. Rencananya kita akan memberikan bandwidth yang terbatas bagi user yang melakukan download. Dan kita berikan bandwith maksimum untuk user yang hanya browsing.

Rule Pertama :

/ip firewall mangle
add chain=forward action=mark-connection connection-mark=!traffic_download \
    new-connection-mark=traffic_browsing

Rule ini akan menandai setiap koneksi yang bukan merupakan koneksi download, maka akan dianggap sebagai koneksi browsing. Contoh pembuatan rule jika Anda menggunakan Winbox, masuk ke Menu IP –> Firewall –> Tab Mangle –> Klik Tombol + (plus) :

Winbox Mangle

Tab General

Winbox Mangle Action

Tab Action

Rule Yang Menandai Traffick Download (Protokol UDP maupun TCP):

/ip firewall mangle
add chain=forward action=mark-connection connection-bytes=500000-0 \
    connection-mark=traffic_browsing connection-rate=200k-100M \
    new-connection-mark=traffic_download protocol=tcp
add chain=forward action=mark-connection connection-bytes=500000-0 \
    connection-mark=traffic_browsing connection-rate=200k-100M \
    new-connection-mark=traffic_download protocol=udp

Rule diatas bisa diartikan, ketika ada sebuah koneksi baik TCP maupun UDP yang memiliki nilai connection-bytes lebih dari 500kB dan connection-rate lebih dari 200kbps, maka traffick tersebut akan dianggap traffick download.  Contoh pembuatan rule jika Anda menggunakan Winbox, masuk ke Menu IP –> Firewall –> Tab Mangle –> Klik Tombol + (plus) :

Winbox Mangle - Mark Connection

Winbox Mangle - Advanced

Winbox Mangle - Mark-Con - Action

Selanjutnya, Anda tinggal buat rule mark-connection traffick download untuk protokol UDP. Stepnya sama seperti diatas, Anda tinggal ganti pada parameter protokol di tab general menjadi protokol UDP.

Mark Packet

/ip firewall mangle
add chain=forward action=mark-packet connection-mark=traffic_download \
    new-packet-mark=mark_packet_traffic_download passthrough=no
add chain=forward action=mark-packet connection-mark=traffic_browsing \
    new-packet-mark=mark_packet_traffic_browsing passthrough=no

Rule diatas merupakan mark-packet untuk mark-connection yang sudah kita buat sebelumnya. Contoh pembuatan rule jika Anda menggunakan Winbox, masuk ke Menu IP –> Firewall –> Tab Mangle –> Klik Tombol + (plus).

Pertama kita akan membuat rule packet -mark untuk menandai traffick Download.

Winbox Mangle - Mark-Packet-Down-General

Winbox Mangle - Mark-Packet-Action

Selanjutya kita buat mark-packet untuk traffick browsing.

Winbox Mangle - Mark-Packet-Browsing

Winbox Mangle - Mark-Packet-Browsing-Action

Proses pembuatan mangle telah selesai. Hasil akhir mangle akan tampak seperti gambar berikut :

Mangle Akhir

Hasil akhir pembuatan mangle.

Queue Tree

Setelah proses pembuatan mangle selesai, sekarang kita tinggal membuat Queue untuk melakukan limitasi berdasarkan paket yang sudah kita tandai. Disini saya menggunakan Queue Tree. Contoh command :

/queue tree
add name=upload parent=public max-limit=6M
add name=other_upload parent=upload limit-at=4M max-limit=6M \
    packet-mark=mark_packet_traffic_browsing priority=1
add name=heavy_upload parent=upload limit-at=128K max-limit=512K \
    packet-mark=mark_packet_traffic_download priority=8
add name=download parent=local max-limit=6M
add name=other_download parent=download limit-at=4M max-limit=6M \
    packet-mark=mark_packet_traffic_browsing priority=1
add name=heavy_download parent=download limit-at=128K max-limit=512K \
    packet-mark=mark_packet_traffic_download priority=8

Rule yang digunakan untuk membatasi bandwith untuk masing – masing tipe koneksi yang sudah kita kategorikan. Contoh setting jika Anda menggunakan winbox, klik gambar untuk mendapatkan resolusi yang lebih besar.

Queue Tree Parent

Queue Tree Parent

Queue Tree Download

Queue Tree Download

Queue Tree Upload

Queue Tree Upload

Setting telah selesai, saatnya melakukan test. Coba dengan melakukan download menggunakan IDM. Hasil dari percobaan saya bisa Anda lihat di gambar berikut :

Queue Download

Queue Tree

Mungkin ada yang bingung kenapa downloadnya dapat 66KBps padahal saya set di Queue max-limit nya 512kbps. Yang perlu Anda perhatikan adalah “B” besar dan “b” kecil. “B” besar merupakan identitas dari Bytes, sedangkan “b” kecil adalah bits. Perbandingan Bytes : Bits adalah 1:8 . Di winbox, parameter yang digunakan adalah Bits. Jika saya isi dengan 512kbps berarti traffick download yang bisa digunakan user adalah 512/8 jadi kurang lebih 64KBps. Sama seperti yang tertera di speed IDM.

 

Sumber : https://candraaditama.wordpress.com/2013/02/12/membedakan-traffick-browsing-download/

Cara Menambah Tampilan Terminal Mikrotik

Oke deh sesuai dengan judul di atas yaitu cara menambah tampilan termnial di mikrotik, jika kurang paham dengan kata katanya maklum deh namanya juga lagi belajar hehe… jadi yang saya maksud adalah menambah kata kata dalam terminal mikrotik, jika kita sering menggunakan router mikrotik saya rasa temen temen pasti sudah tidak asing lagi dengan yang namanya terminal, eits tapi ini bukan terminal yang suka banyak premannya lho…hehe.
Oke deh sekarang kita langsung saja ke cara menambah kata kata dalam terminal mikrotik atau istilah lainnya menambah/merubah sedikit tampilan terminal mikrotik.
Kalo secara defaultnya tampilan nya seperti gambar di bawah ini

 

Terminal Console Mikrotik
Terminal Console Mikrotik

Nah sekarang kita tambah tampilannya menjadi seperti dibawah ini.

Modifikasi Terminal Console Mikrotik
Modifikasi Terminal Console Mikrotik
Cara modifikasinya pun sangat mudah… langkah pertama sobat login ke mikrotik dengan menggunakan winbox biar cepat.
setelah login terus sobat buka New Terminal terus ketikan script di bawah ini

/system note edit note

Setelah itu tekan Tombol Enter dan masukan kata-kata yang ini ditampilkan dalam Terminal Mikrotik, jika sudah selesai sobat tekan tombol CTRL+ O, terus keluar dari terminal, untuk melihat hasilnya sobat tinggal klik lagi New Terminal.
Tambahan jika ingin membuat hurupnya bervariasi, sobat tinggal buat di dalam situs yang menyediakan converter Text to ASCII,
Contoh Hasil converter Text To ASCII
123456789101112.____            __    _____.__        
|    |    __ ___/  |__/ ____\__| ____  
|    |   |  |  \   __\   __\|  |/ __ \ 
|    |___|  |  /|  |  |  |  |  \  ___/ 
|_______ \____/ |__|  |__|  |__|\___  >
        \/                          \/ 
___________      __               .__       .__   
\__    ___/_ ___/  |_  ___________|__|____  |  |  
  |    | |  |  \   __\/  _ \_  __ \  \__  \ |  |  
  |    | |  |  /|  | (  <_> )  | \/  |/ __ \|  |__
  |____| |____/ |__|  \____/|__|  |__(____  /____/
                                          \/
1

Situs yang bisa sobat gunakan untuk conver text ke ascii

Sumber : http://www.z-plate.net/2013/12/cara-menambah-tampilan-terminal-mikrotik.html

Pengertian dan Penjelasan Domain Name System (DNS) Lengkap

Pengertian dan Penjelasan Domain Name System (DNS) Lengkap dengan Fungsi dan Kelebihan

Domain Name System (DNS) adalah Distribute Database System yang digunakan untuk pencarian nama komputer (name resolution) di rangkaian yang menggunakan TCP/IP. DNS merupakan sebuah aplikasi service yang biasa digunakan di internet seperti web browser atau e-mail yang menerjemahkan sebuah domain ke IP address. Sebagai contoh saat anda sedang mengunjungi alamat web seperti yang pada alamat website ini “www.pro.co.id” , sebenarnya alamat tersebut merupakan terjemahan dari alamat IP Address 222.194.193.03 yang telah di terjemahkan oleh DNS sehingga dapat lebih mudah di ingat dibandingkan dengan menghapal alamat ip.
Continue reading “Pengertian dan Penjelasan Domain Name System (DNS) Lengkap”

Cara Setting & Kirim SMS di Mikrotik RB751U-2HnD

Pada Mikrotik RouterOS sudah disediakan fitur SMS. Fitur ini memungkinkan kita untuk bisa mengirim dan menerima SMS dari perangkat Mikrotik. Namun tidak semua Mikrotik RouterBoard bisa menggunakan fitur ini. Hanya beberapa RB saja yang bisa yaitu RB yang support Sim Card atau Port USB.
Kali ini akan membahas tentang Cara Setting & Kirim SMS di Mikrotik RB751U-2HnD. Pada artikel sebelumnya pernah dibahas tentang Mikrotik RB751U-2HnD. RB jenis ini cukup istimewa, karena punya dukungan port USB. Jadi, disini kita akan menggunakan USB modem dengan SIM Card tertentu untuk mengirim SMS.
Disini saya coba menggunakan Mikrotik RB751U-2HnD dengan USB Modem D-Link DWM-152 + SIM Card 3. Sebelumnya silakan cek apakah USB Modem anda sudah support dan dikenali oleh Mikrotik. Cek disini ya. Tapi walaupun tidak ada di list coba aja, siapa tau bisa, seperti modem yang saya gunakan tidak ada di list tersebut tapi tetep bisa kok 🙂
Oke, lanjut colokan USB Modem ke Mikrotik nya, cek apakah USB Modem nya sudah dikenali oleh Mikrotik. Buka Winbox, masuk menu System –> Resources –> USB.
Tipe dan merk USB Modem saya tidak muncul disitu karena memang USB modem nya tidak ada di list supported hardware Mikrotik, tapi tetap bisa digunakan.
Cek port USB nya dengan masuk ke menu System –> Ports. Jika muncul lebih dari satu, maka hanya salah satu yang bisa digunakan. Selanjutnya masuk ke menu Tools –> SMS.
Pilih salah satu port USB, jika tidak bisa coba pilih port lain. Channel biarkan default aja. Secret diisi terserah sebagai password. Allowed Number dan Keep Max. SMS biarkan saja. Jika sudah centang Receive Enabled –> Klik Apply. Jika muncul pesan error, coba pakai port lain.
Oya, dengan USB modem ini kita bisa juga menggunakan nya sebagai modem Internet untuk internetan. Jika modem USB sudah digunakan untuk konek ke Internet, maka tidak bisa sekaligus digunakan untuk mengirim dan menerima SMS. Karena Port USB nya sudah dipakai untuk internet. Jadi jika kita mau menggunakan Modem USB untuk SMS penggunaan Internet via PPP Client harus dimatikan. Kalau tidak maka akan muncul pesan error seperti ini.
Oke, jika Receive Enabled sudah bisa, kita coba kirim SMS ke nomor sendiri biar bisa tau sms nya masuk inbox apa tidak. Pada SMS Settings klik Send SMS.
Masukkan Nomor HP yang ingin kita kirimi SMS, coba isi Nomor sendiri dulu. Masukkan isi pesan SMS di Message –> Klik Send SMS.
Tunggu beberapa saat, masuk ke menu Inbox pada SMS Settings. Pastikan pulsa nomor anda mencukupi untuk mengirim SMS. Jika setingan sudah benar, maka SMS yang tadi dikirim akan masuk ke inbox, karena dikirim ke nomor sendiri.
Sampai disini berarti kita sudah sukses mengirim dan menerima SMS di Mikrotik. SMS di Mikrotik ini bisa kita manfaatkan untuk monitoring kehandalan jaringan menggunakan fitur Netwatch, seperti yang sudah dibahas disini Cara Memantau dan Monitor Koneksi Jaringan dengan Netwatch.
Demikianlah Tutorial Cara Setting & Kirim SMS di Mikrotik RB751U-2HnD. Silakan anda coba dengan perangkat anda masing-masing. Semoga berhasil 🙂
Sumber : https://mikrotikindo.blogspot.co.id/2013/05/cara-setting-kirim-sms-di-mikrotik.html

Perhitungan MTU pada MikroTik

Maximum Transmission Unit adalah istilah dalam teknologi informasi yang merujuk kepada ukuran paket data terbesar yang dapat ditransmisikan melalui sebuah media jaringan. Ukuran MTU adalah bervariasi, tergantung teknologi jaringan yang digunakan. Contohnya adalah dalam jaringan berbasis teknologi Ethernet, ukuran MTU maksimum adalah 1500 bytes. Adalah tugas lapisan data-link yang harus menentukan ukuran MTU.

Setting MTU biasanya dilakukan pada perangkat networking semacam switch, router dan sebagainya. Sangat jarang melakukan setting MTU secara manual pada workstation atau host. Jika ip layer menerima paket yang akan diteruskan ke dalam jaringan, maka perangkat akan mengkalkulasi ukuran paket jika ditambahkan dengan 20 bytes ip header. Jika ternyata paket yang akan dikirimkan memiliki ukran MTU yang lebih besar dari MTU perangkat yang menerima paket tersebut, maka paket akan difragmentasi, atau dipotong menjadi ukuran yang lebih kecil.

Nilai MTU yang besar memungkinkan untuk mengirimkan data lebih cepat, bayangkan jika Anda punya banyak data kemudian dikumpulkan jadi satu box besar. Maka kita cukup mengirimkan semua data satu kali menggunakan satu box besar. Namun jika untukran box kecil, maka kita perlu mengirim beberapa kali. Nilai MTU besar tidak kemudian selalu berefek baik. Semakin panjang MTU, semakin tidak reliable proses pengiriman data. Jika ada kerusakan paket dalam pengiriman maka seluruh paket yang rusak akan dikirim ulang oleh protokol TCP (Transmission Control Protocol).

Begitu juga pada sistem di MikroTik yaitu RouterOS yang mana memiliki ukuran standart dari besar MTU masing-masing interface. Pada RouterOS untuk MTU ini dibagi ke beberapa tipe yaitu L3 MTU (IP/Layer-3), L2.5 MTU (MPLS/Layer2.5), L2 MTU (MAC/Layer-2), Full Frame MTU. Dari tipe-tipe MTU tersebut memiliki nilai standart yang berbeda-beda.

  • L3 MTU = 1500 (Data: 1480 + IP:20),
  • L2.5 MTU = 1504 (Data: 1480 + IP: 20 + MPLS: 4)
  • L2 MTU = 1508 (Data: 1480 + IP: 20 + MPLS: 4 + VLAN:4)
  • FULL Frame MTU = 1522 (Data: 1480 + IP: 20 + MPLS: 4 + VLAN: 4 + ETH:14).

Perbedaan besar nilai setiap tipe MTU tergantung pada jenis trafik yang akan di handle. Jika ukuran MTU hanya dipatok di nilai 1500 (L3 MTU) tanpa menambahkan tipe MTU Yang lain maka untuk trafik dengan service VLAN, MPLS, tidak akan bisa lewat. Pada kondisi normal paket data yang memiliki ukuran terlalu besar akan di fragment oleh perangkat secara otomatis. Terlalu banyak paket yang difragment akan mengakibatkan antrian paket yang juga panjang, kemudian perangkat yang menerima paket juga harus menyusun kembali paket yang diterima. Ukuran MTU yang disupport produk Mikrotik bisa dilihat disini.

Terlebih jika ada aplikasi yang membutuhkan nilai paket data yang statis, maka admin jaringan harus mampu menentukan ukuran paket data yang akan dilewatkan agar paket dapat diterima dengan baik. Beberapa service yang mengirimkan data lewat jaringan biasanya akan menambahkan header pada paket data, misalnya ping.

Pada saat data keluar dari perangkat, paket data akan ditambah dengan beberapa header, antara lain IP Header 20bytes, dan ICMP header 8bytes. Untuk melakukan test, Anda bisa gunakan perintah ping -f -s pada OS windows, ping -M -s pada Linux, atau ping -D -s pada Mac OSX. Misal kita coba ping dengan ukuran paket 1500, tanpa melakukan fragmentasi.

Yang terjadi perangkat yang dituju tidak dapat menerima karena ukuran paket terlalu besar. Kenapa bisa demikian, padahal perangkat lawan memiliki setting MTU 1500 ?. Ukuran 1500 adalah ukuran paket data sebelum ditambahkan header. Maka kita bisa hitung berapa ukuran data tepat agar paket ping bisa diterima.

1500 = 20 (IP header) + 8 (ICMP header) + Data
Data = 1500 – 20 (IP header) – 8 (ICMP header)
Data = 1472

Jika kita coba ping dengan size 1472, maka paket bisa diterima dengan baik

Service lain biasanya juga menambahkan header dengan nilai tertentu, misalnya VPN PPTP dan PPPOE. Service ini akan menambahkan pptp header dan checksum, sedangkan PPPoE menambahkan PPPoE header, PPP ID, DST & SRC Address.

PPTP :
Data = 1500 – 20 (IP Header) – 28 (PPTP Header) – 2 (Checksum) = 1450

PPPOE
1500 – 6 (PPPoE Header) – 2 (PPP ID) – 12 (DST & SRC Adress) = 1480

Perhitungan seperti diatas juga berlaku ketika menggunakan service lainBisa disimpulkan bahwa dengan bertambahnya ukuran ip header, maka ukuran data pada yang ditrasmisikan juga semakin kecil. Ukuran miminum MTU adalah 576 bytes.

MTU Path Discovery

Untuk mengetahui nilai MTU perangkat lawan, perangkat yang terkoneksi ke jaringan memiliki mekanisme yang disebut dengan MTU path discovery. Mekanisme ini sama sekali tidak membuthkan fitur atau service khusus, namun menggunakan cara yang cukup sederhana yakni dengan memanfaatkan mekanisme error reporting pada ICMP.

Sumber : https://websitebuilderrs.wordpress.com/2017/02/26/perhitungan-mtu-pada-mikrotik/

Hard Reset MikroTik

Hard Reset adalah suatu cara untuk merest langsung pada perangkat yang digunakan, pada RouterBoard terdapat port reset/lubang reset yang sudah disediakan :

LAB 8.1

Berikut cara untuk melakukan Hard Reset :

  1. Siapkan RouterBoard yang akan direset dengan posisi tidak menyala / kabel power tidak terpasang.
  2. Siapkan benda yang dapat menjangkau lubang reset, seperti pulpen atau pinset.
  3. Colokan benda (pulpen) tersebut ke dalam lubang reset yang terdapat pada RB sambil ditekan, lalu colokan kabel power pada RB (tombol reset tetap ditekan).
  4. Tombol reset tetap ditekan beberapa detik (10 detik) sampai lampu indicator ACT berkedip dan bunyi beep 1x
  5. Apabila lampu indicator ACT sudah berhenti lepaskan benda yang menekan tombol reset (pulpen) dan kabel power.
  6. Setelah itu pasang kembali kabel power dan coba login ke mikrotik dan cek apakah routerboard sudah ter-reset (seperti baru).

Sekian yaa ,langsung ajah dilabkan ….hehehe

Cara Memantau dan Memonitor Jaringan Mikrotik Menggunakan The Dude

Memantau dan memonitor jaringan mikrotik dan perangkat lainnya yang saling terhubung dapat dilakukan dengan mudah menggunakan aplikasi yang bernama The Dude. The Dude adalah aplikasi buatan Mikrotik yang berfungsi untuk memonitor jaringan komputer dengan simple dan mudah.
The Dude dapat melakukan scanning otomatis pada semua perangkat yang terhubung pada subnet jaringan tertentu. Hasil scanning nya berupa gambar peta konfigurasi jaringan yang muncul secara otomatis. Peta konfigurasi jaringan ini akan menggambarkan kondisi jaringan apakah sedang up/down.
Selain itu the dude juga dapat menampilkan transfer rate antar perangkat di jaringan, jadi kita dapat memantau traffic yang berjalan di jaringan kita secara realtime dengan mudah. Yang lebih istimewa lagi, the dude bisa digunakan pada perangkat selain Mikrotik.

The Dude dapat mengidentifikasi secara otomatis jenis dari perangkat yang ada di jaringan dengan menscan service yang digunakan oleh perangkat tertentu. Misalnya, the dude menscan perangkaat dengan open port 80, ia akan mengidentifikasikan perangkat itu sebagai Web Server.

Versi The Dude

The Dude ada beberapa versi, mulai dari yang lama hingga terbaru. Versi lama yakni versi 3.6 dan versi 4.0beta3. Sementara versi yang baru mengikuti versi dari RouterOS nya. Untuk lebih jelasnya silakan lihat gambar berikut :

Pada The Dude versi lama (3.6 & 4.0beta3) hanya terdapat 1 file installer berextensi .exe yang dapat di-install di semua PC/server dan dapat digunakan sebagai Server sekaligus Client.

Sementara pada The Dude versi baru, ada 2 jenis file installer, yakni file installer The Dude Server extensi .npk yang dapat di install pada Mikrotik CCR, CHR, x86 dan RB3011.

Sebenarnya lebih praktis dan mudah jika kita menggunakan versi The Dude lama, namun sekarang Mikrotik sudah tidak merilis versi lama tersebut, dan mengganti nya dengan versi baru, sehingga kita harus punya perangkat Mikrotik nya dulu baru bisa mengaktifkan The Dude versi baru, kecuali jika menggunakan Mikrotik CHR.

Disini kita akan bahas cara instalasi The Dude versi lama. Untuk instalasi The Dude versi baru bisa lihat caranya di file presentasi yang saya bawakan pada Mikrotik User Meeting Indonesia 2016 disini.

Cara Install The Dude versi 3.6 & 4.0beta3

Oke, sudah cukup penjelasannya. Sekarang kita coba Cara Memantau dan Memonitor Jaringan Mikrotik Menggunakan The Dude. Langkah-langkah nya adalah sebagai berikut
2. Install aplikasi The Dude.

3. Buka aplikasinya, akan muncul tampilan The Dude seperti gambar berikut :

Berikut adalah contoh peta jaringan dan data di the dude :Map.png

4. Untuk mulai menggunakannya ada dua cara :

– Memasukkan data perangkat secara manual
– Menscan semua perangkat di jaringan tertentu, data & peta jaringan perangkat akan muncul secara otomatis (opsi ini yang akan kita gunakan)
5. Klik menu Discover –> Masukkan alamat subnet jaringan yang ingin di scan. misalnya 10.10.10.0/24 –> klik Discover.

6. Semua perangkat yang dalam kondisi menyala pada subnet tersebut akan ditemukaan oleh The Dude dan secara otomatis akan terbentuk peta jaringan dari semua perangkat yang ditemukan tersebut, seperti gambar berikut ini. (Maaf sedikit sensor :D)

7. Dari gambar tersebut dapat diketahui kondisi masing-masing perangkat, dapat juga diketahui transfer rate antar perangkat (router).

8. Untuk melihat data secara detil perangkat hasil scanning, klik dua kali di icon perangkat. Kita dapat merubah data perangkat, seperti merubah nama, IP address, username & password, dll.

9. Status peralatan apakah jaringan nya up, down, atau ada service yang timed out dapat dilihat seperti gambar berikut :

Keterangan Warna :
– Warna hijau = Jaringan dan peralatan ok (up)
– Warna merah = Ada gangguan jaringan atau peralatan (down)

– Warna orange = Ada service yang timed out, atau dalam interval tertentu terjadi sesekali timed out.

10. Selain itu pada tiap peralatan juga terdapat tools yang bisa kita gunakan untuk menganalisa status nya, seperti gambar berikut ini :

11. Selain dapat menscan perangkat secara otomatis, kita juga dapat menambahkan perangkat ke peta jaringan secara manual. Klik tombol + Device.
12. Masukkan IP Address perangkat, Masukkan Username & Password (jika ada) –> Next
13. Klik Discovery. The Dude akan menscan service yang berjalan pada device tersebut secara otomatis –> Finish
14. Kita juga bisa menghubungkan perangkat baru ini dengan menambahkan link. Klik tombol + Link.
15. Drag icon antar perangkat yang mau dihubungkan. Pilih Mastering type : Simple. Hasilnya akan seperti ini :
16. Untuk dapat menampilkan traffic (Tx Rx) antar kedua perangkat, pada link Anda bisa memilih Mastering Type : snmp atau routeros. Namun tidak semua perangkat mendukung fitur ini. Jika kedua perangkat adalah router Mikrotik, maka username dan password pada data perangkat harus diisi dan pilih mode routeros pada data dan link nya.
Oke, untuk sementara cukup sampai disini dulu tutorial Cara Memantau dan Memonitor Jaringan Mikrotik Menggunakan The Dude. Silakan anda coba-coba dan kembangkan sendiri sesuai kebutuhan jaringan nya.
Sumber : https://mikrotikindo.blogspot.co.id/2014/11/cara-memonitor-jaringan-mikrotik-menggunakan-thedude.html