Syntax Configurasi PPP & PPTP Mikrotik

Point-to-Point Tunneling Protocol (PPTP) adalah suatu protokol jaringan yang memungkinkan pengiriman data secara aman dari remote client kepada server perusahaan swasta dengan membuat suatu virtual private network (VPN) melalui jaringan data berbasis TCP/IP.

  • PPTP Server (Mikrotik 1)

#/ppp secret add name=(Name ke-1) service=pptp password=123 local-address=10.10.10.1 remote-address=10.10.10.2 routes=200.100.0/24

  • Mengaktifkan PPTP

#/interface pptp-server server set-enable=yes

  • PPTP Client (Mikrotik 2)

#/interface pptp-client add user=(Name ke-1) password=123 connect-to=192.168.15.2 disable=no name=pptp-client1

  • Routing Static (Mikrotik 1)

#/ip route add dst-address=200.200.100.0/24 gateway=10.10.10.2

  • Routing Static (Mikrotik 2)

#/ip route add gateway=10.10.10.1 dst-address=200.200.200.0/24


PPP=Point to point protocol server-modem-client=ppp

contoh =ppoe dan ppoa pptp=point to point tunneiing protocol

isp-mikrotik1 – mikrotik2 ip publik contoh=pptp,eoip,l2tp,sstp,openvpn,gretunnel,ip set

Konfigurasi PPTP

Keterangan :

m1 :

ether1 = 192.168.1.116

ether2 = 200.200.200.1

m2 :

ether1 = 192.168.1.151

ether2 = 200.200.200.1

IP route= 192.168.1.254

http://wp.me/p8MLzq-N

Cara Membatasi (Limit) Bandwidth Mikrotik dengan Simple Queue Mikrotik

Cara Membatasi (Limit) Bandwidth Mikrotik dengan Simple Queue Mikrotik – Mengatur dan membatasi pemakaian Bandwidth internet memang suatu hal yang penting ketika koneksi internet kita terbatas, misalnya kuota bandwidth yang terbatas dari ISP. Kita perlu membatasi kuota bandwidth tiap user yang terkoneksi ke Router Mikrotik. Pada Router Mikrotik sendiri sudah tersedia fitur yang bisa membatasi (limit) bandwidth yaitu Queue. Ada dua macam Queue pada Mikrotik :
  1. Queue Simple : merupakan cara termudah untuk melakukan management bandwidth yang diterapkan pada jaringan skala kecil sampai menengah untuk mengatur pemakaian bandwidth upload dan download tiap user.
  2. Queue Tree : mirip seperti queue simple tapi lebih rumit, yaitu dapat melakukan pembatasan bandwidth berdasarkan group bahkan secara hierarki. Kita harus mengaktifkan fitur Mangle pada Firewall jika ingin menggunakan Queue Tree.
Pada artikel kali ini kita akan membahas fitur Queue Simple dulu. Oke, mari kita belajar mikrotik bersama 🙂
Untuk pembahasan Queue Simple kali ini kita akan mencoba praktek membuat limit Bandwidth semua user dengan mikrotik. Silakan buka Winbox nya dan pilih menu Queues, maka akan muncul tampilan berikut :
Sebelum kita mulai membatasi Bandwidth internet dengan mikrotik, pastikan dulu berapa Bandwidth Internet yang anda dapat dari ISP yang anda pakai. Sehingga nantinya nilai Bandwidth yang dilimit tidak melebihi alokasi Bandwidth dari ISP. Misalnya bandwidth dari ISP sebesar 1 Mbps, maka limit bandwidth nya diset lebih kecil atau sama dengan 1 Mbps.
Untuk menambahkan Simple Queue baru klik tombol +, maka akan muncul tempilan seperti berikut :
Ada beberapa tab di jendela Simple Queue tersebut, namun kita hanya akan menggunakan tab General dan Advanced saja.
 
Tab General
Pada tab General ada beberapa pilihan yang dapat diseting. Yang perlu kita perhatikan dengan seksama yaitu pilihan Target Address dan Max Limit.
Target Address
Anda dapat mengisis Target Address dengan IP address tertentu yang ingin anda batasi Bandwidth nya, misal 192.168.100.0/24. Dari gambar di atas bisa dilihat untuk Target Address kosong, ini berarti konfigurasi limit Bandwidth ini berlaku untuk semua alamat IP.
Max Limit
Max Limit adalah alokasi bandwidth maksimal yang bisa didapatkan user, dan biasanya akan didapatkan user jika ada alokasi bandwidth yang tidak digunakan lagi oleh user lain. Jangan lupa centang Target Upload dan Target Download untuk mengaktifkan fitur ini, pilih besar Bandwidth yang ingin dilimit pada Max Limit. Misalnya upload : 256kbps download : 1Mbps.
Besar limit Bandwidth untuk upload lebih rendah daripada download nya karena memang user biasanya lebih banyak melakukan download (browsing, download musik, file, dll) daripada upload. Anda dapat memilih sesuai keinginan.
Anda juga dapat menentukan waktu kapan dan berapa lama Simple Queue ini akan mulai berjalan dengan memilih opsi Time.
Tab Advanced
Pada tab Advanced hal yang perlu diperhatikan pada opsi Interface dan Limit At.
Interface
Pilih interface mana yang ingin dibatasi bandwidth nya, misalnya interface Wlan1 untuk membatasi koneksi internet via wireless. Jika ingin membatasi bandwidth di semua Interface pilih all.
 
Limit At
Limit At adalah alokasi bandwidth trendah yang bisa didapatkan oleh user jika traffic jaringan sangat sibuk. Seburuk apapun keadaan jaringan, user tidak akan mendapat alokasi bandwidth dibawah nilai Limit At ini. Jadi Limit At ini adalah nilai bandwidth terendah yang akan didapatkan oleh user. Nilai nya terserah anda mau diisi berapa. Misalnya diisi upload 128kbps download : 512kbps.
Nah, dari konfigurasi tersebut, maka hasilnya jika semua user sedang memakai koneksi internet dan kondisi jaringan sibuk maka tiap user akan mendapatkan bandwidth sebesar 128kbps/512kbps. Jika satu atau beberapa user tidak sedang menggunakan koneksi maka alokasi bandwidth akan diberikan ke user yang sedang terkoneksi. Dan jika hanya satu user yang menggunakan koneksi maka user itu akan mendapatkan alokasi bandwidth maksimal 256kbps/1Mbps.
Klik ok untuk menambahkan Simple Queue tersebut, sehingga akan muncul di queue list.
Pada gambar di atas, ada dua Simple Queue, yaitu Simple Queue yang terbentuk secara otomatis oleh Hotspot di artikel sebelumnya Cara Membuat Hotspot di Mikrotik : Seting dasar Hotspot Mikrotik
dan Simple Queue yang baru dibuat. Jika ada dua konfigurasi berbeda maka akan dieksekusi dari atas ke bawah (top to bottom), jadi Simple Queue hotspot dieksekusi dulu baru kemudian Simple Queue Mikrotik Indo. Walaupun Simple Queue hotspot Tx Rx Max limit nya unlimited, tapi semua user hotspot akan mendapatkan bandwidth Max Tx Rx 256k/1M dari Simple Queue MikrotikIndo, sehingga Simple Queue hotspot itu tidak berlaku.

Anda dapat mengatur konfigurasi Simple Queue sesuai selera anda sendiri. Silakan anda kembangkan sesuai keinginan anda sendiri. oke, semoga Tutorial Mikrotik Indonesia tentang Cara Membatasi (Limit) Bandwidth Mikrotik dengan Simple Queue Mikrotik ini bermanfaat. Selamat belajar Mikrotik 🙂
Sumber : http://mikrotikindo.blogspot.com/

Enable dan Disable, dan Uninstall package Mikrotik

Di bab ini kita akan membahas tentang Enable dan Disable, dan Uninstall packet Mikrotik. Dalam mikrotik, terdapat banyak fitur-fitur yang berbentuk packet, yang tentu saja packet-packet tersebut bisa di manage atau dikelola. Untuk bisa melihat packet-packet yang tersedia, kita tinggal mengetik command ini : Continue reading “Enable dan Disable, dan Uninstall package Mikrotik”

Allow WhapApps Chat & Voice Call only di Mikrotik

Ada kebutuhan untuk beberapa user tertentu yang terhubung ke network cuman bisa akses WA aja , baik itu chat & voice call WA maupun WA web.. Lebih dari itu ( kayak akses internet , akses ke jaringan lokal ) diblok..

Berarti kan yang dibutuhkan ada tiga , yaitu yang pertama IP address server WhatsApp , yang kedua IP address user yang terhubung , kemudian yang ketiga rule firewall MikroTik Continue reading “Allow WhapApps Chat & Voice Call only di Mikrotik”

Blokir Situs Porno Dengan DNS Filter

Kring .. kring .. HP berbunyi, .. sst !!! jangan berisik dari klien nih .. tunggu yah !

Saya : “Haloo .. !”

klien : “Haloo .. mas .. gini, internet dirumah ‘kan malah kebanyakan yang pakai anak-anak .. bisa ga yang gitu-gitu di blok, maksudnya yang porno-porno, Mas ..!

Saya : ” oke siap, ..! tunggu sebentar ..”

Sebagai admin jaringan, ..jiah sombong amat .. meskipun baru sebatas admin jaringan amatiran, hehehehe .. tentu bertanggung jawab kepada klien mengenai konten negatif di internet. Seperti Spam, pornografi, SARA, kekerasan, dll. Seperti transkrip pembicaraan diatas, \

Hmm.. begini caranya .. kita masih mengandalkan mikrotik dan bantuan teman diseberang sana, maksud Saya teman diseberang sana adalah seseorang teman admin jaringan yang menyediakan DNS Filtering, DNS Sehat .. ini landing pagenya ..https://dnssehat.dionipe.id/

Oke mari kita blokir situs-situs sampah itu .. demi internet sehat, internet yang membangun.

Seperti biasanya, Kita masih mengandalkan fitur-fitur Mikrotik, yang memang terbukti mumpuni untuk kelas ISP kecil … Silahklan buka Winbox dan masukan sepenggal script dibawah ini …

/ip firewall nat
add action=dst-nat chain=dstnat dst-port=53 nth=3,1 protocol=udp to-addresses=\
103.26.101.55 to-ports=5000
add action=dst-nat chain=dstnat dst-port=53 nth=3,2 protocol=udp to-addresses=\
43.245.186.186 to-ports=5100
add action=dst-nat chain=dstnat dst-port=53 nth=3,3 protocol=udp to-addresses=\
43.245.184.184 to-ports=5050

Penjelasan :

IP address dari DNS Sehatnya adalah

103.26.101.55

43.245.186.186

43.245.184.184

dengan port : 5000, 5050, 5100

Bonusnya adalah kita load balance ke tiga DNS filtering tadi dengan mode NTH, so .. kita bisa maksimalin ketiga server DNS itu, dan jika ada salah satu yang down ga ngaruh, .. kecuali ketiga-tiganya down.

Thanks .. semoga berguna !!!

Sumber :
Blokir Situs Porno Dengan DNS Filter – http://wp.me/p8471s-1N

Cara Membuat Notifikasi SMS The Dude (Aplikasi Monitoring Jaringan)

Cara memonitor perangkat jaringan (Router, Switch, Server, dll), jika ada perubahan status perangkat misal dari up ke down dan sebaliknya maka akan ada notifikasi SMS yang masuk ke HP Anda. Hal ini bisa kita lakukan dengan bantuan Aplikasi monitoring jaringan Gratis buatan Mikrotik, yaitu The Dude.
Apa itu The Dude? Bagaimana Cara Install The Dude? Silakan baca artikel sebelumnya tentang The Dude Mikrotik :
Dari sini saya anggap Anda sudah bisa menginstall The Dude dan sudah membuat Network Map sesuai topologi jaringan Anda. Mulai dari sini kita akan langsung masuk ke Tutorial Cara Membuat Notifikasi SMS pada Aplikasi The Dude.

Apa saja yang perlu kita siapkan?

1. Aplikasi The Dude yang sudah terinstall dan siap digunakan (Bisa pakai versi lama atau baru)
2. Modem USB, untuk mengirim SMS
3. Aplikasi Plink SSH, untuk mengirim command dari The Dude ke Mikrotik via SSH

Langkah pertama

Menginstall Modem USB di Mikrotik untuk mengirim SMS. Caranya sudah pernah saya bahas disini :

Langkah kedua

Membuat user dummy di Mikrotik yang akan digunakan untuk mengirim command SMS ke Mikrotik.
Silakan buat user baru dengan role/Group write.

Langkah ketiga

Copy plink.exe ke direktori c:\plink

Langkah keempat

Membuat notifikasi baru di The Dude. Buka The Dude –> Masuk ke menu Notifications –> Buat Notifikasi bar –> beri nama notifikasi nya misal “SMS Notification” –> centang Enabled –> Pilih type : execute locally
Pada kolom Command isikan script dengan format sebagai berikut :
C:\plink\plink.exe -ssh -l mikrotik_sms_username -pw mikrotik_sms_password mikrotik_sms_ipaddress “/tool sms send phone-number=nomorhpanda usbportnumber message=\”[Probe.Name] on [Device.Name] is now [Service.Status]\””

Langkah kelima

Terapkan (apply) notifikasi yang sudah dibuat ke Network Map yang ingin kita pantau perangkat nya. Masuk ke Network Map yang diinginkan –> klik menu Settings –> Masuk ke tab Polling –> centang Use Notifications –> centang SMS Notification.

Langkah keenam

Tes konfgurasi nya dengan mencoba meng-offline-kan (meng-down-kan) perangkat yang dimonitor. Jika Konfigurasi sudah benar, maka akan ada notifikasi SMS yang masuk ke HP Anda.

Langkah ketujuh

Dari contoh hasil notifikasi di atas ada 2 perangkat yang down, tapi notifikasi SMS yang masuk ada 10 SMS. Jika notifikasi yang masuk dirasa terlalu banyak, kita bisa kurangi hanya 1 SMS saya per perangkat, yaitu dengan hanya mengaktifkan service ping pada tiap perangkat yang dimonitor.
Caranya dengan dobel klik ke masing-masing perangkat –> Masuk ke tab Services –> Hapus semua service nya kecuali ping, atau sesuai keinginan Anda.
Selesai sudah Tutorial Cara Membuat Notifikasi SMS pada Aplikasi The Dude. Jika perangkat yang Anda Monitor sangat banyak, Anda bisa coba kolaborasikan dengan Notifikasi Email The Dude, caranya sudah pernah saya bahas disini :
Jika Tutorial Mikrotik ini dirasa kurang jelas, silakan Anda tonton video presentasi saya pada saat Mikrotik User Meeting (MUM) Indonesia 2016 di Jakarta berikut ini :
Cara Membuat Notifikasi SMS The Dude (Aplikasi Monitoring Jaringan)
Anda juga bisa download file Presentasi MUM ID 2016 saya disini :
Oke, selamat mencoba dan semoga bermanfaat 🙂
Sumber : http://mikrotikindo.blogspot.com